Violinist’s Concert Outfit

Playing in a symphony orchestra is an energy consuming work. A concert program of an overture piece, a concerto, an orchestra piece, and a symphony takes two hours long. It requires all players to have good endurance and concentration. 

Although it’s true that playing violin is also a matter of endurance, but for me, violinist’s concert outfit is something need to take care of. Female orchestra member are usually free to choose their own black dress. They can choose any type to suit their need, at least for both comfortability and stylistics. But male players usually can wear only white shirt and suit. When it comes to endurance, suit which is not comfortable will unnecessarily consume more energy.

After experiencing such thing, I thought about a suit and shirt design that allow violinist and violist to move more freely.

Actually there are people who already started to make special suit and tux for musician. For example flextux. And coregami, a very hi-tech shirt and tux.

Of course those are very good but for me they aren’t affordable and difficult to buy from Indonesia (not so many people here in my town have credit cards or any other online payment things).

The Suit

Cloth fold: playing violin require you to move your arm and raise elbow a lot. It will pull the cloth from your back. To solve this, after a discussion with a local tailor who tailored my suit, we decide to make a cloth fold in the center of the back. So arms can move more freely without restriction from the suit. It’s similar with what flextux guy did, but different design. My tailor said he ever made such fold back in 1980s.

 

Collar: space between collars must be wide enough so they aren’t climbing your neck. This way we can place violin as close as possible to the neck. For me place the violin as close as possible to the neck is important. 

Sleeve: although a suit is slimfit, the sleeves should not be too tight. They must let the arm to move freely.

Shoulder pad: it’s better to use thinner shoulder pad. 

Fabric: my tailor use a fabric which is able to stretch. Also make sure the fabric is not heavy.

The Shirt 

Collar: wings collar works better. The spread collar will make the collar thicker so it will add more space between neck and violin.

Cloth fold on the back: It’s important for arm movement. I asked my tailor to make this fold bigger than usual shirt.

Cuff: it doesn’t matter french or other styles. Make sure they’re wide enough so they don’t restrict arm movement. Also sleeves must be long enough. Too short sleeve will bother arm movement.

Fabric: I used common fabric for shirt. Use anything as long as it’s comfortable.

I wore this set of outfit for Bandung Philharmonic concert on April and recital on May and felt happy that it worked fine.

Photo by Lucky S. Putra

If you’re experiencing similar problem, hope this article helpful. Or even if you have any other ideas, please let me know!

Sangat Luas…

Surga itu luas sekali, seluas langit dan bumi. Padahal langit saja kita tidak tahu seluas apa. Seandainya semua manusia yang pernah hidup itu masuk surga, surga tidak akan terasa sempit.

Jadi tidak perlu iri dan menjatuhkan orang lain yang sholeh, calon penghuni surga. Karena kalaupun banyak orang lain yang sholeh kemudian masuk surga, pasti masih ada ruang tersisa yang masih sangat luas buat kita. Jadi yang perlu dilakukan adalah menjadi sholeh juga, supaya kita sendiri masuk surga bersama yang lain.

Rejeki Allah juga sangat luas, kita tidak mampu menghitungnya. Rejeki-Nya akan selalu cukup untuk semua makhluk di bumi. Kalau orang lain sukses di suatu hal, rejeki Allah tidak akan habis sampai di situ, tentu juga masih sangat banyak sekali tersisa untuk kita.

Jadi tidak perlu menjatuhkan orang lain agar kita kebagian rejeki kan? Karena sejatinya memang tidak terbatas. Yang perlu dilakukan adalah kita berusaha sekuat tenaga untuk mendapat rejeki Allah supaya diri kita sendiri kebagian, sehingga menjadi berkecukupan seperti orang lain yang juga berusaha.

Saya sekarang berusia lebih dari 20, mungkin cukup tua untuk seorang pembelajar biola dalam standar masa ini. Saya juga sadar banyak sekali orang lain yang berusia sama bahkan lebih muda yang bisa bermain jauh lebih baik. Tapi dengan pemahaman seperti di atas, bukan tidak mungkin saya akan sukses di kemudian hari, bersama-sama orang lain yang berusaha sekuat tenaga. Yang penting berusaha keras untuk belajar dan terus berlatih, tidak menyerah.

Saya tidak berpikir bahwa hidup ini adalah kompetisi, tapi saya lebih setuju bahwa dalam hidup, siapa yang berusaha akan mendapat balasan yang sepadan. Tidak seperti kompetisi yang walaupun Anda tidak berkualitas baik, bisa jadi Anda menang, asalkan yang lain tidak lebih baik dari Anda.

Apapun yang sedang kita usahakan dan kita menyukainya, jangan berhenti melakukannya. Meskipun berat tidak akan berarti karena kita senang. Berusaha terus, Allah akan memberi hadiah atas usaha dan doa kita.

Biola yang Jujur

Biola dimainkan dengan cara digesek (IYA, anak kecil juga tau, Ton). Bermain biola, menurut saya, adalah pekerjaan yang jujur. Mungkin tidak ada peluang buat kita untuk berbohong. Mungkin juga berlaku untuk alat gesek lain, bahkan alat musik lain juga, terutama akustik yang masih tradisional dan terhindar dari segala bentuk manipulasi elektronik.

Seorang pemain biola harus menjaga kualitas gesekannya. Suara bulat, tebal, rata diperlukan. Kadang harus keras, lembut, cepat, pendek, panjang, cepat, lambat, dan sebagainya. Ya hal-hal ini harus dilatih, tidak mungkin kita tidur, mimpi main biola, bangun tidur tiba-tiba bisa mengeksekusi berbagai teknik gesek, TIDAK MUNGKIN. Dan kalau teknik tidak dilatih dengan baik, pendengar akan lebih mudah menyadari kualitas suara yang tidak prima, apalagi kalau pendengar adalah guru biola, pemain biola, pengaba, dan orang yang berpengalaman bermusik bertahun-tahun. Kita tidak bisa bohong, rajin berlatih atau tidak, terlihat dari kualitas permainan.

Biola dan alat gesek lain dibuat tanpa fret (fretless). Hal ini menyebabkan dia bisa menghasilkan intonasi yang tidak terbatas. Geser sedikit beda pitch. Padahal nada-nada dibuat pada interval tertentu. Lagi-lagi hal ini membuat seorang pemain harus melatih kualitas tangan kirinya. Dengan sangat jujur, kerja keras latihan akan menentukan hasilnya.

Jadi bermain biola bagi saya juga melatih kejujuran, kita tidak bisa bermalas-malasan untuk dapat hasil yang baik. Kita tidak boleh malas untuk jadi kaya. Kita harus rajin belajar untuk dapat nilai yang baik.

Mungkin bisa dapat nilai bagus dengan mencontek tapi itu semu. Nilai bagus yang didapat dari mencontek tidak akan pernah menunjukkan kualitas diri kita. Sebaliknya ketrampilan dan banyak hal lain yang kita capai dengan kerja keras pasti lebih melekat di diri kita.

Jika penyanyi bisa melakukan lipsync, pemain biola, rasanya TIDAK AKAN PERNAH BISA melakukan bowsync! 😀

Edukasi

Richard Matthew Stallman yang seorang atheist mendirikan proyek GNU sekitar tahun 1980an. Dia bukan cuma ingin membuat sistem operasi yang secara teknis canggih, tapi lebih dari itu, dia ingin membantu orang lain agar bisa menggunakan komputer dengan bebas, tanpa tekanan perusahaan manapun, tanpa ikatan lisensi yang merugikan. Dia programmer hebat, belajarnya saja di kampus MIT. Tapi di luar kemampuan teknisnya sebagai programmer, ia juga punya keinginan berbuat baik, terutama lewat kemampuan programming-nya.

Sinichi Suzuki, seorang pendidik musik yang terkenal dengan Suzuki Method-nya. Bukan hanya mengajarkan teknik bermain biola, tapi juga mengajarkan pada murid-muridnya untuk mendengar. Tidak hanya mendengar musik, tapi mendengar keluhan orang lain bahkan sebelum orang lain menyampaikan keluhannya. Dari belajar biola, murid-muridnya juga diajari banyak hal tentang menjadi pribadi yang lebih baik.

Kalau pengalaman saya, bermain biola lebih banyak mengajarkan saya menjadi pribadi yang lebih baik daripada belajar tentang teknik ketika kuliah HAHAHA. Maksud tulisan ini bukan itu kok.

Maksud saya, apapun bidang yang kita tekuni semestinya menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Setidaknya kita tidak jadi sombong ketika belajar, karena kita kemudian tau bahwa lebih banyak hal yang belum kita kuasai.

Buat apa dong kita gunakan banyak waktu, tenaga, pikiran, harta untuk kuliah misalnya, tapi kuliah tidak menjadikan budi pekerti kita menjadi lebih baik.

Kita tidak mau juga kan setelah belajar dan punya ketrampilan kemudian menggunakannya untuk tujuan yang tidak baik.

Atau kalau perlu, kata-katanya dibalik: jika ingin menjadi pembelajar yang baik harus punya pribadi yang baik. Pembentukan pribadi yang baik juga perlu belajar. Ya apapun yang dipelajari.

Bingung deh saya kata-kata ga jelas begini haha.

Jadi semuanya bermula dari belajar apapun yang muaranya suatu ketrampilan yang baik dan budi pekerti yang baik.

Misalnya ingin jadi pemain biola yang hebat, maka harus belajar dan berlatih sampai menguasai teknik bermain biola, sekaligus melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik. Karena memang harus begitu, seperti kata Sinichi Suzuki:

From a beautiful heart comes beautiful tones

Violinists Telkom

Baru berdiri tanggal 1 April. Keren juga yah, semoga aja bisa jadi orkestra kayak di ITB.

image

Baru aja ngumpul sekali, senar saya putus 😦 . Terlalu semangat kali ya.

image

Selamat buat violinists Telkom! 🙂

Posted from WordPress for Android