Bach – Prelude dari Solo Partita no. 3, BWV 1006

Tulisan tangan Bach, ada di IMSLP.

Partita 3 ini terdengar paling ceria dari keseluruhan 6 Sonata dan Partita untuk Biola Solo karya Bach. Pertama karena kuncinya mayor (E mayor), beda sama 2 Partita lain, Partita no. 1 di B minor dan Partita no. 2 di D minor. Kedua karena Bach sepertinya sengaja milih kunci E biar bisa memakai fitur biola yang punya senar E, senar yang bunyinya paling terang dan brilian. Dan emang di Prelude dari Partita no. 3 ini senar kosong E sering dibunyikan.

Rasanya ini karya yang cerdas, karena Bach emang jenius. Meskipun bukan pemain biola pro di masanya, Bach dengan cerdas memahami cara kerja biola secara teknis dipadu dengan kejeniusannya di bidang harmoni.

Prelude ini sepertinya cukup populer bahkan di kalangan pendengar yang ga banyak denger klasikan. Mungkin karena banyak di-quote di tempat-tempat lain macem iklan atau film, kaya film August Rush.

Meskipun paling terdengar menyenangkan, buat pemain Prelude ini menyusahkan hahaha. Banyak sekali bagian tricky di penjarian, bowing, & string crossing. Tapi tetep kok, mainnya menyenangkan, kalau bisa jadi sih hehehe.

Mulai belajar Prelude ini tahun 2015, kira-kira pertengahan tahun, mungkin bulan April atau udah Mei. Bulan Agustus 2015 spesialis barok Rafael Nunez Velasquez dateng ke Bandung buat ngasih masterclass. Dan masterclass ini ditutup dengan konser pesertanya, jadi waktu itu adalah pertama kali main Prelude ini di depan khalayak heuheu.

Meskipun bukan karya Bach solo yang pertama kali saya pelajari, tapi rasanya Prelude ini jadi salah satu karya yang penting buat hidup saya (lebay). Dulu pertama belajar Bach solo itu Giga dari Partita 2, dan setelah itu ngerasa mungkin emang saya bisa related dengan karya Bach solo. Balik ke Prelude, rasanya karya ini yang memicu saya latihan lebih banyak dan lebih cerdas akibat waktu itu aslinya level main saya yang jauh dari cukup buat main Prelude ini. Kayanya emang nekat, tapi mungkin belajar ya harus ada unsur nekatnya. Eh sekarang pun masih berasa susah sih main ini.

Sepertinya salah satu akibat dari latihan Prelude ini adalah cidera yang kerasa (mungkin cidera ini juga ‘tumpukan’ dari banyak latihan dan beberapa hal lain) di punggung atas dan bahu. Ini yang mengantar saya kepada kecurigaan bahwa cara main saya salah. Kemudian melakukan banyak pencarian yang berujung pada perubahan cukup signifikan di cara main saya, yang saya tulis juga di ‘Berlatih Tanpa Shoulder Rest’.

Setelah pindah dari Bandung ke kampung halaman tahun 2016, tentu saja harus memulai karir di tempat baru ini. Dan saya mau mulai dengan resital. Resital aslinya saya rencanakan awal 2017 tapi karena satu dan lain hal jadi mundur sampai bulan Mei. Prelude ini juga punya peran karena saya milih karya ini untuk resital. Ngikutin mind map yang dibuat Prof. Simon Fischer, bahwa sebagai murid biola kita harus belajar Major Concerto, Sonata, Unaccompanied Bach, dan Pieces.

Karena pernah main Prelude ini 2 tahun sebelumnya, jadi dengan yakin (akhirnya tetep kesusahan sih haha) menjadikannya sebagai ukuran buat milih repertoar yang lain. Menurut Prof. Kurt Sassmannshaus, Prelude ini beliau masukkan di Level 6, bisa dilihat di violinmasterclass.com, jadi repertoar lain yang saya pilih: Mozart – Concerto no. 3, Beethoven – Spring Sonata, dan Sarasate – Caprice Basque saya pilih dari list yang juga masuk di Level 6. Di resital Mei 2017 lalu saya main Prelude ini sama 2 gerakan setelahnya, Lourre dan Gavotte en Rondeau.

So sad video resital pun ketlesut dan belum diketemukan.

Jadi rasanya Prelude ini ngaruh ke saya di beberapa hal penting. Dan sepertinya juga ada hal-hal yang personal dan gabisa diceritakan.

Karena Prelude ini saya jadi berani resital, trus resital ini jadi cikal bakal Klasikan AE, Klasikan AE bisa ngadain resital selanjutnya: Rewind, Scherzo Trio, dan Orkes Gesek AE. Jadi semua berawal dari Prelude, karena emang Prelude adalah awalan. Ga tau lagi nanti Prelude akan membawa ke rantai takdir yang mana. Hahahaha cocok-logi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s