Bab Sholat: I. Ga Boleh Merasa Lebih Baik dari Orang yang Ga Sholat

Disclaimers:

  • Yang tertulis cuma pemahaman dan pengalaman pribadi, yang bisa saja sebenernya salah, atau ga cocok untuk semua orang
  • Bisa nulis bukan berarti expert. Justru karena saya masih harus banyak belajar tentang hal yang ditulis. Kebanyakan tulisan di blog ini demikian.

Kalau kita merasa sombong dan lebih baik dari orang lain itu menurut pengalaman saya justru karena ilmu dan pemahamannya belum dalam. Karena masih excited dengan hal yang baru dipelajari. Sedang orang lain udah biasa aja dan karena biasa aja orang itu kelihatan ga paham dengan suatu hal itu padahal ya belum tentu. Buat tahapan orang belajar mungkin sombong di awal memang wajar ya.

Yang bahaya kan kalau udah sombong gitu kemudian ga lagi mengevaluasi apa yang dipahami. Juga ga mencari tahu gimana orang lain memahami. Jadi kita akan sombong selamanya, juga sebenernya bodoh selamanya.

Termasuk dalam hal sholat. Kalau kita merasa jadi orang baik karena sudah sholat. Lebih-lebih merasa lebih baik dari orang lain yang tidak pernah kelihatan sholat, merasa baik karena nurut kewajiban sedangkan orang lain berdosa karena ga nurut kewajiban. Udah merasa lebih baik dari orang yang ga sholat ditambah ga pernah secara sadar mengevaluasi sholatnya sendiri. Kan sombong to.

Kalau sudah sombong kan bahaya kalau terus-terusan, jadi orang bodoh selamanya, sholatnya pun ga akan jadi lebih baik juga.

Kenapa ga boleh merasa lebih baik dari orang yang ga sholat?

Kalau orang yang ga sholat dosa karena ga nurut dengan kewajiban, orang yang sholat juga kan bisa jadi dosa (celaka) karena sholatnya sendiri.

Kata Ibnu Katsir di tafsir surat Al-Ma’un yang bahas ayat “Maka celakalah bagi orang sholat. Yaitu orang yang lalai terhadap sholatnya.” celaka ini buat yang menunda-nunda, ga bagus rukunnya, inget Allah cuma dikit, ga thuma’ninah. Yang intinya ga cuman karena menunda pelaksanaan, tapi juga bagaimana pelaksanaan sholat itu. Mungkin bisa baca ini dan itu.

Kalau saya sendiri evaluasi sholat saya sendiri ya kayanya sholat saya masih jauh dari bagus. Kayanya masih diburu-buru hal duniawi, dan keinget sana-sini. Bisa jadi saya bikin dosa terus gara-gara saya sholat tapi sering ga betul.

Jadi kalau ngerasa lebih baik dari orang yang ga sholat menurut saya itu ga betul. Lagipula kenapa habisin tenaga buat mengevaluasi amalan orang lain padahal amalan sendiri harus selalu dievaluasi setiap saat?

Rasanya ga perlu kan ngebandingin orang yang sholat dengan ga sholat. Kalau ngerasa orang yang ga sholat itu salah ya coba diskusi lebih jauh, coba jelaskan kenapa diri kita sholat dan kenapa orang harus sholat. Jelasin ke orang lain sepertinya juga salah satu cara mengevaluasi sholat sendiri, sejauh mana kita paham ritual dikerjakan sangat rutin ini.

Apalagi kalau sampai ada pernyataan ‘orang yang berbuat ga baik tapi sholat lebih mending daripada orang baik tapi ga sholat’. Kan sebagai manusia susah menilai bagus ga nya ritual orang lain, lha wong ga kelihatan. Ya kita cuma bisa lihat lahirnya kan, kalau berbuat ga baik ya ga baik, kalau baik ya baik. Inget juga kan sholat bisa menjauhkan perbuatan ga baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s