Membuka Pikiran

Menurut hemat saya, bangsa bisa jauh lebih maju kalau kita mau membuka pikiran. Membuka pikiran itu:

Mendengar

Rasanya masih banyak bahkan kayanya diri saya sendiri kurang mau mendengar pendapat lain. Yang benar ya pendapat kita sendiri. Padahal belum tentu.

Kita pasti punya suatu pendapat yang kita yakini itu benar, tapi pastinya selalu ada orang lain yang berbeda pendapat. Jadi jangan kagetan kalau ada orang berbeda pendapat. Baiknya didengar aja dulu. Dengan terlebih dulu mendengar jadi bisa memahami orang lain, bisa menganalisa, bahkan bisa mengkritisi. Nanti terserah diri sendiri mau ikut pendapat yang mana.

Menurut hemat saya sih banyak orang yang masih ga mau denger orang yang beda pendapat, apalagi telinganya udah ditutup sama jabatan lebih tinggi, status sosial, usia, dan banyak hal duniawi lain. Padahal di saat merasa benar sendiri disitulah orang melakukan kesalahan.

Pas lagi ngopi juga ga harus jadi tukang ngomong. Jadi pendengar juga suatu yang berharga.

Memahami Kebenaran

Kebenaran apaan sih, kenapa saya yakin banget pendapat saya yang benar? Emang yang saya yakini bener banget udah pasti bener??

Nyatanya kebenaran yang diyakini manusia seringkali sempit, sesempit pikirannya sendiri. ‘Kebenaran’ itu sebenernya bisa diperluas, diperbagus, atau dikembangkan lagi.

Misalnya ye menurut saya kalau main musik barok di biola harus dikit vibrato karena dulu secara teknis emang sulit buat main banyak vibrato. Setelah belajar lagi kan bisa aja pendapat berubah, setelah tau instrumen dulu lebih warm karena tuning-nya rendah dan pake gut string. Instrumen sekarang perlu vibrato lebih biar warm karena ada komponen logam di senar. Dan bisa jadi akan terus dalam dan berkembang setelah belajar dari ahli barok, ke pemain pro, siapapun yang akan ngasih masukan.

Jadi banyak hal di dunia ini yang ‘kebenaran’nya tidak mutlak, akan terus bisa berubah sesuai zaman. Ada sesuatu yang udah kita yakini benar padahal bisa lebih benar lagi. Ada juga kebenaran yang beda-beda juga bisa benar semua. Ada juga kebenaran yang benar untuk sebagian yang lain, jadi sebagian yang lain harus mencari kebenaran lain.

Balik lagi ke poin mendengar, kalau ga mau denger ya ga akan tau pendapat lain itu benar apa engga, gimana metode pencarian kebenarannya, dll. Jadi ga tau kalau jaman udah harus berubah, ga tau kalau orang lain akan baik-baik saja dengan pendapat mereka, dll.

Tidak Membela Person, Tapi Value

Menurut saya ini masalah negeri ini, seperti tulisan saya sebelumnya. Apa yang dibilang A benar semua, jadi pendapat B selalu salah. Capede.

Jangan Nolak Ngobrolin (Belajar) Apapun

Semakin banyak yang diobrolkan semakin banyak pendapat yang berbeda, banyak ide baru, ilmu baru, wawasan yang tadinya gapernah kita tau, info terkini, dan teman-teman ngopi.

Berani Melakukan Hal Baru

Ini mungkin udah termasuk ranah di atas membuka pikiran ya. Karena ada hal baru yang dipahami pasti ada lah sedikit banyak yang membuka pemahaman baru. Nah ini baru akan berguna kalau dilakukan, kalau mengendap aja di kepala yaudadeh.

Advertisements

One thought on “Membuka Pikiran

  1. Pingback: Banyak Pengalaman, Dikit Ilmu | Blognya Ahsan Fathoni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s