Kebutuhan, Liability, dan Aset

Pernah menonton video ini dan sedikit banyak setuju dengan isinya. Atau bahkan bisa dibilang baru lebih sadar dengan barang-barang yang saya beli setelah nonton video ini.

Inti dari video adalah bahwa apapun yang kita beli bisa dikategorikan menjadi:

Liability (saya ga nemu terjemahan yang pas buat kata ini), benda yang kita beli kemudian benda ini tidak memberikan keuntungan, bahkan sebaliknya, benda ini akan memakan uang kita. 

Aset, benda yang kita beli kemudian benda ini bisa menghasipkan keuntungan. 

Jadi mobil, ponsel, rumah, dan baju adalah contoh-contoh liability. Benda-benda ini membutuhkan uang, misal mobil butuh bahan bakar, ponsel, butuh pulsa, rumah butuh maintenance, baju perlu dicuci dan dirawat.

Sedang aset bisa berupa apartemen yang dikontrakkan, peternakan, sawah yang dikelola dan produktif, kendaraan yang disewakan, dsb. Benda-benda ini dimiliki dan membawa keuntungan pada pemiliknya.

Jadi sebaiknya berhentilah mengira punya aset yang melimpah kalau sudah punya gadget-gadget terbaru, mobil banyak, rumah di mana-mana. Itu semua liability. Emang benar benda-benda itu bernilai dan bisa dijual kalau lagi butuh uang. Tapi beberapa benda itu nilainya akan semakin berkurang, selain itu juga memerlukan uang untuk bisa berfungsi dan perawatan. Jadi kalau menjual sesuatu menurut saya hitungan keuntungan bukanlah harga jual dikurangi harga beli, tapi harga jual dikurangi harga beli masih dikurangi biaya perawatan.

Yang dibahas di video tadi menekankan pada penyebab makin kayanya orang karena mereka membeli banyak aset, dan yang belum kaya jadi lama ga kaya-kaya karena suka membeli liability. Jadi ternyata orang-orang kaya itu memang secara sadar membeli aset-aset. Mereka membeli dengan sadar. Sedang yang belum kaya banyak yang hobi membeli liability, mungkin karena mereka membeli dengan kurang sadar.

Eh iya, jangan lupa juga kalau benda yang kita beli ada juga yang kebutuhan. Benda yang kalo kita ga punya bisa mengancam kelangsungan hidup. Misal makanan, baju, tempat tinggal, odol, sabun, dan shampo.

Karena saya orang biasa saja, jadi saya ga akan berbicara tentang bisnis seperti yang ditekankan di video tsb. Tapi ingin mengambil sebuah nilai, juga untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa kita sebaiknya benar-benar sadar dengan apa yang kita beli.

Tentu saja kebutuhan adalah hal yang pertama kali harus dipenuhi. Tapi kebutuhan ini kalau berlebihan nanti akan bergeser derajatnya menjadi liability. Makanya harus sadar membeli sesuatu utk memenuhi kebutuhan kita itu cukup, atau kurang, atau berlebihan. Habis itu kalau ada uang sisa, dibelikan aset untuk nambah pemasukan.

Menurut pengamatan pribadi saya, sadar atau tidak, banyak orang yang suka membeli liability. Saya ga ngomongin bisnis, jadi saya ambil contoh yang ada di sehari-hari, dan terutama benda-benda ‘kecil’. 

Sadar atau tidak kita selama hidup suka sekali membeli baju, tapi ternyata ga sering dipake. Numpuk atau cuman digantung aja di lemari. Coba perhatiin lagi berapa banyak pakaian di dalam lemari yg jarang dipakai. Ini berlaku juga utk yg sejenisnya seperti sepatu, jam tangan, dan hal hal lain yg dikenakan di badan. Menurut saya ini kan ga efisien, masa beli sesuatu tapi manfaat yg diambil ga banyak. Ga worth. Begitu juga dgn gadget-gadget masakini yg mahal-mahal, speknya tinggi tapi cuman dipakai selfie. Menurut saya ini juga ga worth. Apalagi mengingat sebenernya gadget adalah benda yg masa hidupnya ga bisa lama. Perabot rumah juga begitu, di dalem rumah mungkin banyak sekali benda yg sebenernya jarang digunakan, yg sebenernya kalau ga punya juga gapapa.

Saya juga pernah ditanya pingin beli mobil apa engga, saya jawab engga. Saya bilang kalau harga mobil itu 80 juta berarti harga biola yang saya pakai harus 160 juta. Karena mobil itu liability, sedangkan bagi pemain biola, instrumen itu bisa dibilang aset, karena mempengaruhi performansi pekerjaan, dari instrumen itu didapat penghasilan.

Rasanya kalau kita membeli liability secukupnya, manfaatnya cukup banyak:

  • Hemat, uang keluar secukupnya, biaya utk perawatan liability juga lebih rendah
  • Terlatih untuk bekerja efisien, memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang dipunya
  • Mengurangi stres. Liability bisa jadi penambah faktor stres. Makin banyak liability makin banyak perawatan, makin banyak waktu tersita. Belum lagi kalau benda-benda ini bermasalah atau jadi susah mencari sesuatu karena kebanyakan barang
  • Rumah lebih tertata dan rapi, ga kebanyakan barang
  • Di rumah jadi lebih banyak ruang karena ga dipake untuk menyimpan barang-barang yang jarang dipakai
  • Ada yang mau nambahi? Mungkin juga bisa dilihat mengapa orang Jepang minimalis.

Alasan-alasan yang saya bicarakan mungkin memang tidak akan berlaku untuk semua orang. Mengingat tiap orang kebutuhannya berbeda. Tapi cuman ingin mengingatkan ke diri sendiri untuk benar-benar sadar dengan benda-benda yang dibeli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s