Namanya Chinrest

Artikel ini mungkin tidak bekerja untuk semua orang. 

Agak lucu memang, dulu waktu saya masih SD di Magetan, anak-anak menyebut motorcycle dengan honda. Padahal honda itu merk motor, tapi anehnya orang-orang bilangnya itu honda, jadi semua motor, mau merknya apapun disebutnya tetep honda. Ini jadi guyonan ketika kami sudah besar. Tentu saja buat orang yang tidak paham bahasa kami waktu itu jadi aneh dan bisa membingungkan kalo ada motor suzuki tapi anak-anak bilang itu honda.
Sebuah penyebutan atau penamaan kadang memang bisa membuat salah persepsi. Salah persepsi mungkin bisa mengakibatkan hal lain jadi lebih parah. Reaksi berantai.

Kalo kita ngobrolin chinrest, sepertinya akan banyak orang berpikir benda ini adalah tempat seorang pemain biola meletakkan dagu. Ini lumayan benar. Tapi buat saya, yang harusnya menempel di chinrest itu bukan cuma dagu, tapi juga sebagian tulang rahang bawah sebelah kiri. Jadi kalau mau sangat presisi, sebaiknya namanya chin-jaw rest, bukan chinrest.
Kesalahpahaman meletakkan hanya dagu di chinrest ini menyebabkan postur menjadi tidak bagus. Leher jadi melintir. Kepala jadi miring ke kanan, tapi menengok ke kiri. Ini terutama terjadi kalau chinrest yang digunakan model yang dipasang di sebelah kiri tailpiece (side mounted). Lihat ilustrasi di bawah.

Gambar dari Google.

Saya melihat cukup banyak pemain biola main dengan postur ini, di berbagai level. Ini menyebabkan terjadi banyak masalah lain, baik tangan kanan maupun kiri, mengingat leher adalah pusat koordinasi.
Bagian mana yg menyentuh chinrest memang relatif, tergantung bentuk dagu, posisi instrumen, posisi chinrest. Tapi kebanyakan chinrest meskipun center mounted tapi biasanya tetep lebih melebar ke kiri tailpiece. Jadi seringkali sebagian rahang juga menempel. 
Kata Simon Fischer tiap gerakan sebaiknya independen. Ketika biola ditaruh dalam posisi main, yang harus bekerja hanya tangan kiri yg menahan neck instrumen. Bagian tubuh yg lain harus tetap bebas, leher rileks, bahu tidak naik, dll.

The key to mastering the violin is not allowing unwanted extra physical movements to occur as a knock-on effect or by-product of actions that are actually needed. This includes any unnecessary tension or overwork. Every action must occur in isolation without anything else in the surrounding areas reacting. For example, when you are pressing the bow into the string, do not use a single muscle in your bow arm that is not required to push the wood down towards the hair and to push the hair into the string. Simon Fischer, The Strad, June 2012.

Untuk mengoreksi permasalahan ini tentu yg dilakukan adalah mengoreksi bagaimana kita menggunakan badan kita dengan baik. Pastikan kepala dan leher dalam posisi bagus dan lurus, nengok secukupnya ke kiri dan mengangguk seperlunya. Biasanya saya meletakkan berat kepala secukupnya sampai kalau saya vibrato, instrumen tidak ikut gerak. Selama passage yang tidak rumit dan dalam satu posisi, berat kepala bisa dikurangi sampai hampir chin-off.  

Gambar dari violinistinbalance.nl

Keep your head nice and up, be proud playing your instrument.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s