Menyikapi Teknologi Yang Tidak Sempurna

Sekarang ini teknologi memang sudah sangat canggih. Banyak hal yang kita kerjakan didukung dengan teknologi. Mungkin juga, teknologi ini yang buat kita banyak mengeluh. Karena kecanggihan ini tidak selamanya bekerja dengan semestinya.

Pernahkah kita mengeluh ketika pesan singkat kita tidak terkirim? Pernahkah kita mengeluh ketika internet kita lambat atau terputus? Pernahkah kita marah-marah ketika komputer kita tiba-tiba berhenti bekerja? Saya pernah.

Setelah dipikir-pikir lagi, memang sepenting apa kepentingan kita menggunakan teknologi itu? Seberapa besar manfaatnya? Apakah ketika suatu teknologi gagal menjalankan fungsinya itu ketika kita melakukan hal yang sangat penting atau hanya main-main?

Rasanya saya boleh saja marah, kalau saya adalah Presiden SBY yang gagal menelepon seorang menterinya karena ada kerusakan jaringan. Tapi ternyata saya bukan siapa-siapa.

Ketika komputer saya hang, saya harus menahan diri dari marah dan mengumpat pada pengembang perangkat lunak. Saya harus maklum karena teknologi itu buatan manusia. Manusia yang  terlahir juga tidak sempurna. Begitu juga buatannya, teknologi, juga tidak akan pernah sempurna. Suatu saat pasti pernah mengalami kesalahan.

Sebuah sistem operasi memiliki sangat banyak komponen. Komponen saling ini bekerja sama. Komponen-komponen ini dibuat dengan memprogramnya. Program-program ini tentu banyak sekali jumlah barisnya. Sebuah sistem operasi misalnya bisa sampai puluhan sampai ratusan juta baris program. Banyak sekali yang dikerjakan manusia membuat sistem operasi. Ini juga berarti bahwa kemungkinan manusia membuat kesalahan juga semakin besar bukan?

Kalau sebuah sistem operasi hanya terdiri dari seratus baris, tentu mudah mencari kesalahan dan membenarkannya. Tapi faktanya, ada puluhan sampai ratusan juta baris. Semakin lama semakin bertambah banyak dan kompleks sesuai perkembangannya. Teknologi lain tentu juga begitu, semakin kompleks dan peluang manusia membuat kesalahan juga semakin besar.

Itulah mengapa manusia harus selalu belajar, karena tidak sempurna. Sistem operasi sering mendapat pembaruan perangkat lunak untuk menambal celah kekurangannya.

Jadi bagaimana kita, yang setiap hari hidup dengan teknologi yang semakin kompleks dan tidak akan sempurna? Ketika suatu teknologi gagal, bagaimana sikap kita? Kita bersabar atau masalah itu akan mendefinisikan kita sebagai seorang pengumpat?

Selamat malam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s