Memilih FOSS Karena Semangat Berbuat Baik

Tidak dipungkiri lagi, digitalisasi berbagai macam hal sudah sangat berpengaruh pada hidup manusia. Perangkat Lunak salah satunya. Mulai dari kita bangun tidur sampai tidur lagi, hidup kita dibantu oleh perangkat lunak. Mulai dari sms, update status, nonton video, denger musik, nulis not balok, sampai pekerjaan-pekerjaan lain.

Opini saya, tapi saya yakin ini pemikiran yang benar, karena perangkat lunak sudah mengambil peran yang sangat penting dalam hidup kita jadi sebaiknya kita tidak melakukan kecurangan di dalamnya. Tentu kita tidak ingin ‘mendapat dosa’ dari penggunaan perangkat lunak sehari-hari yang memang jadi ‘kebutuhan pokok’. Silahkan dijawab dengan hati nurani, benarkah pernyataan berikut:

“Ah, ini software mahal pake yang crack ajalah, asal kerjaan beres!”

Faktanya pernyataan di atas memang benar. Benar-benar terjadi dalam masyarakat kita, dan itu biasa. Banyak orang merasa biasa saja melakukannya.

Tidakkah kita merasa – dengan hati nurani – bahwa itu suatu hal yang menonjolkan ego kita? Ya, egois. Kalau kita melakukan hal yang demikian berarti kita tidak menghargai orang yang telah menolong kita menyelesaikan berbagai macam dan banyak sekali pekerjaan kita. Kalo dianalogikan dengan menulis skripsi di tahun 80-an, kita tidak secara hormat meminjam/menyewa/membeli mesin ketik untuk menulis skripsi kita. Kalo jaman ini, kita tidak secara hormat membeli perangkat lunak untuk menulis skripsi. Dengan cara apapun kita harus memiliki perangkat lunak itu, asal tidak membayar, dan kerjaan kita beres. Ya, egois. Asal kerjaan kita beres dan tidak menghargai hasil pekerjaan orang lain, si pembuat perangkat lunak.

“Ah, yang bikin software udah kaya kok, jadi ga apa pake yang bajakan, dia ga akan rugi.”

Kalimat itu, renungkan sendiri. Saya pikir sih, egois juga (banget) dan apatis.

Itulah mengapa, dengan mengesampingkan ego saya sendiri, saya memilih menggunakan Perangkat Lunak Bebas dan Terbuka (FOSS – Free Open Source Software). Mending saya meninggalkan perangkat lunak yang sudah dikenal sejak kecil dan menggunakan perangkat lunak bebas, mempelajari untuk mengoperasikannya, mati-matian mencari solusi sewaktu bermasalah, dan sebagainya daripada saya tidak menghargai hasil karya orang lain. Mending saya pusing mengenali hal baru daripada memupuk keegoisan dengan mengatakan semacam “yang bikin software udah kaya” . Toh pusing karena kurang terbiasa saja, cuman masalah waktu. Mending saya agak kerepotan melakukan pekerjaan saya karena menyesuaikan dengan perangkat lunak alternatif daripada numpuk dosa karena membajak, karena kata beberapa ulama membajak perangkat lunak itu hukumnya haram. Toh, permasalahan perangkat lunak ini cuman permasalahan dunia.

Faktanya, dua tahun saya pakai GNU/Linux dan saya baik-baik saja. Meskipun saya hidup di lingkungan dengan pengguna perangkat lunak bebas yang sangat susah dijumpai.

Jadi saya memilih perangkat lunak bebas, adalah karena semangat berbuat baik. Perangkat lunak udah jadi ‘kebutuhan pokok’, kita pakai hampir setiap saat, jadi saya menghindari kecurangan dan dosa. Entah kata orang GNU/Linux karena gratis jadi jelek, susah, tampilan jelek, dsb tapi saya tetep pakai. Ngomong-ngomong, kalo GNU/Linux dibilang jelek dan susah, kayaknya kurang disertai penjelasan yang lebih ilmiah. Tidak pernah disampaikan alasan dengan parameter-parameter yang jelas, sekedar opini pribadi saja.

Ah, andai orang-orang di negeri ini memang lebih mencintai negerinya daripada egonya, sudah pasti BlankOn jadi sistem operasi populer diikuti distro-distro buatan dalam negeri yang lain. 🙂

Catatan: Free Software berarti Perangkat Lunak Bebas, bukan Perangkat Lunak Gratis. Free menekankan pada freedom, bukan zero price. Jadi ya ini perangkat lunak berkualitas (sangat) tinggi karena tidak (belum tentu) gratis. Seperti kata Richard Stallman:

“Think of free speech not free beer”

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca-baca Filosofi GNU.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s